Casting Final Film Ketika Cinta Bertasbih

15 09 2008

Tadi malam, pas lagi asyik-asyiknya melakukan rutinitas browsing, setelah puas berbuka puasa bersama teman-teman pengajian. Pas lagi browsing di forum moviesnya Kaskus, pas baca-baca tentang akan dilaunchnya film Laskar Pelangi tanggal 25 bulan ini, g lgs teringat pada satu film yg juga diangkat dari novel (well, FYI Film Laskar Pelangi diangkat dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata), yaitu KETIKA CINTA BERTASBIH.

Film ini diangkat dari novel dengan judul yang sama, yang merupakan buah karya dari Habiburrahman El Shirazy, yang juga merupakan pengarang novel Ayat-Ayat Cinta. Terinspirasi keberhasilan film Ayat-Ayat Cinta yang fenomenal, kang Abik (panggilan akrab Habiburrahman El Shirazy) pun berniat untuk memfilmkan buku keduanya ke layar lebar. Tapi untuk film keduanya ini, Kang Abik akan langsung meng-casting sendiri calon-calon pemain utamanya, supaya sesuai dengan nafas dari novel ciptaannya. Yang uniknya lagi, para calon pemeran juga disyaratkan untuk bisa membaca Al Qur’an dengan lancar. (Yaaa…. Batal deh mo ikutan casting.. padahal mo daftar jadi Azzam …huek!!).

Tadi malam tuh di RCTI jam 22.30, disiarin acara casting final Film KETIKA CINTA BERTASBIH. Sambil nonton, g jg buka2 lagi website film KETIKA CINTA BERTASBIH, ternyata blon di update. Sayang, padahal g tertarik untuk melihat biodata 18 finalis yang akan bertarung bersaing memperebutkan 5 peran utama di film KETIKA CINTA BERTASBIH, yaitu Azzam, Anna, Furqan, Elyanna dan Husna. Kali aja ada yang ‘menarik’.(halah!!! Dasar jomblo edan, pengennya nyari yang bening2 trus)

Acara cukup seru, setiap peserta di tes acting di depan panggung, untuk memerankan karakter yang diincarnya masing-masing. Acara berakhir sampai jam 00.30!! G aja sampe sudah mematikan computer, dan nonton sambil tidur2an di kasur. Dari hasil pemilihan pemeran, terpilih 5 orang yaitu:

  1. Maeda…..( g lupa nama lengkapnya), yang berperan sebagai Husna. Well, kalo menurut g dari hasil casting kemaren sih, emang blon ketemu yang pas buat jadi Husna. Secara kyknya para calon pemerannya banyak yang grogi, tapi yang satu ini emang kemaren acting jadi adiknya itu terasa pas sih. Lebih kerasa lagi logat Jawanya. Mungkin nanti bisa lebih baik di film aslinya. Btw, inget nama HUSNA, kok g jd inget temen SMU gw ya …(yak nostalgia lg….)
  2. Yang jadi Anna Althafunnisa…err g lupa namanya…aktingnya paling oke dibanding yang lain, cuman, kok nggak sesuai bayangan g yah gambaran fisiknya…well anyway, still acting is the most important thing.
  3. Trus Alice Norin , yang memerankan Ellyanna. Secara fisik sih oke, soalnya seinget g Ellyanna emang rada2 bule. Secara acting juga oke, secara dia aktris sinetron gitu lho. Cuman satu, kok g ngerasa dia sih agak ketuaannya. Masih ngebayangin Asmirandah yang jadi Ellyanna
  4. Andi Arsil, sebagai Furqan. Kalo secara fisik, kemaren kyknya nggak ada yang sesuai bayangan g. Tapi aktingnya pas terakhir tuh top banget.
  5. M. Kholidin, sebagai Azzam. Secara fisik, menurut g pas, secara Azzam jg nggak digambarkan sebagai orang yang ganteng, trus wajahnya jg pas kejawa-jawaan. Aktingnya menurut g sih oke. Kemaren pas final terakhirnya, dua orang itu emang oke2 banget aktingnya. Benar-benar terasa seperti Azzam yang digambarkan di novel.

Dengan begitu, berarti sebagian besar pemeran film ini adalah 4 orang baru, dan 1 aktris pengalaman. Seharusnya dengan kondisi seperti itu, tentunya film ini akan jauh lebih berat ke ceritanya. Yah mudah2an aja sesuai harapan, dan semoga bisa menjadi salah satu media dakwah yang sukses. Btw, novel ini menurut termasuk novel yang sensasional, begitu banyak ajaran yang bisa didapat. Buat g sendiri novel ini menyadarkan g bahwa untuk menemukan jodoh yang sejati secara islami, apabila sampai saatnya belum ketemu juga, maka kita harus semakin memperbaiki diri kita, baik dari segi agama maupun duniawi. Dan karena jodoh sudah ditentukan oleh Allah SWT, dan apabila kita sudah menemukan jodoh kita namun kita belum bisa menggapainya, jika dia memangi jodoh kita, insya Allah kita akan bersatu dengannya. Begitu pula sebaliknya. Haaa…. Wish it really trully happen for me…. Subhanallah.

Advertisements




My Sassy Girl (2008) : Another Remake From Hollywood

19 08 2008

Kebetulan tanggal 18 Agustus ditetapkan sebagai hari libur pengganti hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada hari minggu. Lumayan lah untuk menghapus sedikit rasa ‘bete’ karena kemaren (baca post sebelumnya). Nah pas hari libur begini, g manfaatin buat nonton DVD yang sudah dikumpulin dari kemaren. Ini salah satu kebiasaan buruk g: nyari DVD di tukang DVD, trus dibeli ( ya iyalah, masa g curi, plis deh…), nah sampe rumah tuh DVD g taroh di tumpukan DVD-DVD yang belon ditonton kemaren. Nah tumpukan itu bakalan berkurang kalo g sempet mo nonton, kl nggak ya…. yang ada malah nambah tuh tumpukan. Balik lagi, salah satu DVD yg g beli kemaren itu adalah My Sassy Girl, sebuah film romantic comedy keluaran Hollywood yang di buat berdasarkan (ato nama lainnya: remake) film yang berjudul sama keluaran Korea. Sebenarnya g dah feeling kalo neh film nggak mungkin akan sehebat film asalnya (perlu diketahui My Sassy Girl dari Korea merupakan salah satu Asian Big Hit Movies. Seinget g jg ini film romantic comedy Korea pertama yang bisa masuk jaringan 21 waktu itu). Ada beberapa alasan seh kenapa g berprasangka begitu:1. Selama ini Hollywood kurang berhasil membuat remake yang baik ( contohnya: The Ring, The Lake House, dsb.), 2. Ini filmnya amat sangat kental dengan ciri khas Koreanya. Entah kenapa, setelah film ini keluar, kemudian Korea banyak sekali mengeluarkan film romantic comedy dengan gaya yang hampir-hampir mirip ( cowok geek dgn cewex crazy). Namun, g tetap menonton neh film dengan alasan utama: ELISHA CUTHBERT, hehehehehehe 😀 Setelah seharian menonton nih film, berikut juga membandingkan dengan film aslinya, seperti yang diduga film ini benar-benar meremake dari film aslinya. Ide ceritanya sama, namun beberapa elemen disesuaikan dengan kondisi di US. Misal pada penggambaran ketika si ceweknya bikin script tentang cerita Bounty Hunter, kalau di versi koreanya, mengambil setting seperti di film2 silat, sedangkan versi hollywoodnya mengambil setting jaman cowboy. Isi ceritanya juga disesuaikan, namun akibatnya film ini jadi tidak seromantis film aslinya. Malah jadinya aneh. Banyak yang nggak pas di sana-sini. Seperti pohon tempat pasangan cowox en cewexnya  menaroh kapsul waktu, kalau di film korea mereka menanam di sebuah pohon di pegunungan, sedangkan di versi hollywood, pohon tersebut terletak di taman kota ( which is making the movie so weird to me, kenapa setelah 1 tahun bisa kapsul tersebut masih ada, padahal pastinya banyak orang yg lalu lalang ke pohon itu, lagipula kapsul tersebut nggak ditanam lagi). Elemen lucu +romantis juga tidak mengena seperti film aslinya. Karakter cowok dan ceweknya juga tidak sedalam yang di Korea. Yang ceweknya kurang gila, kurang galak juga, sedangkan cowoknya juga kurang geek, kurang looser jg. Satu hal yg bisa dinikmati dari film ini adalah…..ELISHA CUTHBERT emang cantik……… 😀





ID17

17 08 2008

17 Agustus…tanggal ini kalo di negara-negara lain mungkin adalah tanggal biasa, tp kl di Indonesia, tanggal ini dirayakan sebagai tanggal kemerdekaan negara kita yang tercinta ini.  Tanggal dimana kita merdeka dari segala macam bentuk penjajahan, merdeka untuk berbuat sesuatu, merdeka dalam berekspresi, dan  merdeka dalam segala hal. ….Yah begitulah kira2 jargon2 yg dulu dikumandangkan oleh guru2 kita pas kita sekolah dulu (.. eh kita ato saya ya??). Kenyataannya di dunia nyata saat ini, masih agak jauh dari mimpi2 indah tsb. Masih banyak rakyat yg belon merdeka dari kebodohan dan kemelaratan. Negara kita sendiri juga masih dijajah oleh kepentingan-kepentingan asing. Jadi kapan kita benar-benar merdeka???!!!

Eh, kok nih postingan jadi berat gini ya. Anyway, pertama-tama kita harus sukuri, negara ini sekarang sudah berumur 63 tahun. trus harus disukuri juga, bahwa tahun ini, tidak ada yg nyuruh lagi untuk jadi panitia 17-an. Trus disukuri jg bahwa ternyata tanggal 17 Agustus tahun ini jatuh di hari minggu (jadi senennya libur). Mensyukuri jg bahwa tahun ini kesempatan pertama dalam 3 tahun bekerja di BUMN ini, bisa ikut upacara di Kanpus ( biasanya sih ikutan switch over di Bali, en merdeka dari upacara, hehehehehe….). Mensyukuri jg hari ini selain 17-an, jg ada kerjaan versioning. Jadi bete karena mesti bangun pagi-pagi di hari minggu, bawa motor 40-80 Kpj dr rumah ke kantor, demi ngejar supaya nggak telat, agak berkurang.  Yah memang banyak yg bisa disyukuri untuk 17-an tahun ini.





‘rumah’ baru

16 08 2008

alooo…. sekian lama absen dari dunia per-blog-an, jadi rindu banget buat nge-blog. untuk mengikuti trend yg ada (read: pada pindah wordpress), maka saya ikut2an pindah ke wordpress. kyknya sih jauh lebih menyenangkan dibanding blogsome sih, tp  blon tau juga.

tp biar bagaimanapun juga, blog itu yg penting sih sering di update (nah ini nih salah satu kelemahan g,…males..). Yah, mudah2an aja nggak jadi spt yg di blogsome deh.